3 Usaha Ternak yang Cepat Menguntungkan

Salah satu jenis usaha yang dapat mendatangkan untung melimpah selain usaha kuliner, rental mobil dan lain-lain, salah satunya ialah usaha ternak. 

Masih bergantungnya Indonesia terhadap daging impor membuat usaha ternak memiliki potensi yang bagus di pasaran.

Selain itu, metode untuk menjalankan usaha ini juga terbilang cukup mudah. 

Namun juga tak dapat dipungkiri bahwa modal awal untuk membangun usaha ternak memang relatif cukup besar. 

Ada banyak jenis usaha ternak yang dapat dijalankan, hanya saja tidak semua jenis usaha ternak bisa mendatangkan untung yang cepat. 


Dan untuk jenis usaha ternak yang cepat menguntungkan kami merekomendasikan budidaya 3 jenis hewan ternak di bawah ini.


1.   Ternak ayam petelur

Jenis usaha ternak yang satu ini termasuk salah satu jenis usaha yang bisa cepat menguntungkan. Namun modal awal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ternak ayam petelur cukup besar.

Setidaknya Anda harus membangun sebuah kandang khusus yang suhunya harus bisa dikontrol, karena untuk dapat menghasilkan telur yang maksimal, maka suhu sekitar lingkungan juga harus di jaga.


Untuk memulai usaha ini, anda harus mempersiapkan modal awal yang lumayan guna membangun kandang serta sarana prasarananya, dan tentunya juga untuk membeli indukannya.

Usahakan mencari lokasi yang jauh untuk membangun kandang. Tujuannya agar tidak mengganggu warga sekitar akibat bau yang ditimbulkan dari feses ayam petelur tersebut. Selain merancang anggaran, Anda juga harus tahu betul mengenai usaha ternak ayam petelur ini.

Mengenai cara untuk menjalankan bisnis tersebut, risikonya, tantangannya dan lain sebagainya. Apalagi dalam menjalankan usaha ternak ayam petelur, melakukan manajemen pemeliharaan merupakan faktor penentu yang menjadi kunci keberhasilan dar usaha ini.


Strategi untuk memasarkan hasil usaha ternak Anda yaitu menentukan harga yang kompetitif. Maksud dari harga yang kompetitif adalah tidak mematok harga yang terlalu tinggi dan tidak juga terlalu murah. 

Harga yang Anda tetapkan harus disesuaikan dengan harga pasar. Selanjutnya yang kedua yaitu menjangkau konsumen sebanyak-banyaknya dengan cara menitipkan telur di warung-warung, mencari agen penjual telur dan lain sebagainya.


2.   Ternak lele

Usaha ternak yang satu ini sangat terkenal memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Bahkan di yakini, stock yang ada saat ini belum bisa memenuhi permintaan yang ada. Untuk membudidayakan ikan lele dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode. 

Metode pertama yaitu membuat kolam tetap yang terbuat dari beton dan metode kedua yaitu dengan membuat kolam terpal, yang tentunya tidak memerlukan modal yang besar untuk pembuatannya


Pembuatan kolam untuk ikan lele juga harus memerhatikan banyak hal, di antaranya memerhatikan kondisi lingkungannya, ketinggian air pada kolam, dan juga kebersihan airnya.


Tidak hanya persoalan mengenai pembuatan kolamnya saja, persoalan mengenai pakannya dan juga cara pembudidayaannya juga harus diperhatikan agar dapat memanen ikan lele dalam waktu cepat. 

Sedangkan mengenai pemasaran ikan lele, Anda dapat bekerja sama dengan restoran, penjual makanan berbahan dasar ikan lele, dengan pengepul atau pengumpul dan bisa juga melakukan kerja sama dengan swalayan-swalayan besar.



3.    Ternak sapi potong

Usaha ternak sapi memang termasuk usaha yang bisa mendatangkan untung dengan cepat tetapi juga membutuhkan modal yang besar. Tidak hanya itu, dalam menjalankan usaha ternak sapi pun ternyata memerlukan banyak kesabaran dan ketelitian yang ekstra. 

Namun di sisi lainnya juga, usaha ternak sapi merupakan salah investasi jangka panjang dengan nilai yang tinggi karena harga jualnya yang mahal.


Untuk mengawali menjalankan usaha ini tentunya dimulai dengan melakukan pemilihan jenis sapi apa yang akan Anda pelihara nantinya. Perlu Anda ketahui bahwa sapi memiliki banyak jenis, di antaranya sapi Madura, sapi Bali, sapi limousine, sapi Brahman dan sapi ongole. Semua jenis-jenis sapi tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan. 

Untuk itu sebelum memulai usaha ini, penting untuk mempelajari karakter masing-masing jenis tersebut, dan pilih salah satu yang paling sesuai dengan keinginan anda.


Langkah berikutnya yang juga tak kalah penting adalah melakukan perencanaan,  mengenai lokasi pembangunan kandang, ukuran dan bentuk kandang, cara perawatannya dan lain sebagainya. 

Jadi, segalanya harus diperkirakan agar target yang Anda inginkan bisa tercapai. Langkah terakhir, mempekerjakan orang sebagai pengembala sapi-sapi Anda.


Sekedar saran, pilihlah pegawai yang benar-benar memahami mengenai hewan sapi dengan baik agar perawatan sapi Anda dapat dilakukan dengan maksimal, sehingga hasil yang akan Anda peroleh pun bisa maksimal. Untuk pemasaran hasil ternak Anda dapat 

Anda lakukan dengan menjalin kerja sama dengan pedagang sapi di pasar tradisional dan juga bisa dengan pasar-pasar besar seperti swalayan, restoran dan lain sebagainya.


Nah, itu tadi di atas 3 jenis usaha ternak yang berpotensi mendatangkan untung cepat. Selamat mencoba dan semoga dapat membantu memberikan pencerahan bagi Anda untuk memulai usaha dalam bidang peternakan.


Panduan Lengkap Memulai Usaha Belut Agar Sukses

Belut termasuk dalam binatang air dan termasuk dalam jenis ikan, namun secara keseluruhan belut memang berbeda dari jenis-jenis ikan lainnya. 

Selain karena bentuk tubuhnya yang lonjong memanjang, belut juga memiliki insang yang membuatnya dapat bernafas di dalam kubangan lumpur sekalipun.

Rasanya yang enak dan kandungan gizi yang dimiliki belut, membuat semakin banyak masyarakat tertarik untuk mengkonsumsinya. 

Dan semakin tinggi permintaan pasar akan belut, semakin lebar pula peluang usaha belut yang dapat digeluti. 

cara-sukses-bisnis-belut-jpg


Bagi anda yang berminat untuk terjun dalam usaha belut ini, berikut  ini DutaManis.com ingin berbagi  panduan lengkap yang dapat anda jadikan referensi untuk mulai menekuni bisnis ini.

6 Langkah Mudah Untuk Memulai Usaha Belut


1. Pemilihan Bibit

Ada 2 cara dalam pemilihan bibit belut ini, yang pertama adalah dengan membeli bibitnya dari penangkaran atau dengan cara menangkap belut liar di sawah maupun rawa-rawa. 

Masing-masing pilihan memiliki keunggulan tersendiri. Bibit dari tempat penangkaran memiliki keunggulan dari segi ukuran dan pertumbuhan yang dapat seragam sehingga memudahkan untuk memantau perkembangan mereka. 

Selain itu juga anda dapat sekaligus mendapatkan bibit dalam jumlah yang banyak. Sedangkan kekurangannya adalah harga jual rendah dan rasanya yang kurang enak.

Untuk pilihan lainnya adalah mencari bibit di alam. Keunggulannya adalah rasa yang lebih enak dan tentu saja membuat harganya sedikit lebih mahal. Namun sayangnya bibit yang didapat dengan cara ini agak sedikit sulit untuk di pantau perkembangannya karena anda akan mendapatkan ukuran bibit yang tidak sama setiap kalinya.


2.  Persiapan Kolam Budidaya

Setelah anda menentukan bibit apa yang akan anda gunakan, selanjutnya adalah mempersiapkan kolam untuk tempat budidaya belut anda tersebut. 

Kolamnya pun memiliki 2 jenis yaitu permanen dan semi permanen. Kolam yang sering digunakan oleh pemilik usaha belut yang telah besar adalah kolam dari tanah, sawah maupun kolam yang terbuat dari tembok.

Kolam yang dibuat dari tembok adalah kolam yang paling disarankan karena kolam ini tahan lama bahkan hingga 7-8 tahun lamanya. Namun kembali lagi awet tidaknya tergantung dari bahan yang digunakan untuk membangun tembok tersebut.


3. Media Tumbuh Di Dalam Kolam

Seperti halnya ikan yang ada di akuarium, belut pun juga suka jika kolam tempat mereka mengandung lumpur. 

Lumpur berfungsi sangat banyak bagi belut, dapat berfungsi sebagai tempat berlindung dari pemangsa maupun sebagai tempat menaruh mangsanya untuk kemudian di makan setelah mangsa tersebut telah mati.

Beberapa pembudidaya menggunakan media tumbuh di dalam kolam seperti campuran lumpur sawah, pupuk kandang, jerami padi, pelepah pisang, tanaman air. 

Namun komposisi tersebut tidak paten, artinya anda bebas menggunakan hal-hal yang mudah anda temui disekitar anda sebagai komposisi media tumbuh di kolam anda.


4. Penebaran Bibit

Bibit yang sudah siap ditebar adalah bibit yang berukuran 10-12 cm dan berkisar antara 50-100 ekor/m2. 

Waktu penebaran yang paling bagus adalah saat pagi hari maupun sore hari, namun banyak pendapat yang mengatakan bahwa sore hari adalah waktu terbaik.

Untuk bibit yang didapat dari alam, maka anda perlu untuk memisahkan bibit-bibit ini dalam kolam berair bersih terlebih dahulu, kira-kira selama 1-2 hari.


5.  Pemberian Pakan

Walaupun tubuhnya terlihat kecil, namun belut dapat mengkonsumsi banyak makanan. 

Dan yang lebih beresiko lagi adalah jika anda membiarkan belut-belut anda untuk kelaparan maka mereka akan memakan satu sama lain. 

Maka dari itu pengaturan waktu pemberian makan yang tepat sangat penting dalam pertumbuhan belut. 

Idealnya belut membutuhkan makanan 10-20% dari total berat tubuhnya.


6 Masa Panen

Setelah sekian lama membudidayakan belut tersebut, akhirnya tibalah masa panen. 

Tidak ada aturan pasti untuk ukuran maupun usia belut yang boleh dipanen, bahkan ada orang yang lebih suka mengkonsumsi belut yang masih kecil. 

Namun untuk kebutuhan exsport maka dibutuhkan belut dengan ukuran yang besar.

Demikianlah langkah-langkah penting dalam usaha belut, semoga dapat membantu sobat DutaManis.com yang ingin terjun ke dalam dunia usaha ini. 

Salam hangat untuk anda semua. Jangan menyerah dalam membangun usaha anda, kesabaran dan ulet akan menolong usaha anda berkembang semakin maju.


Cara Sukses Bisnis Ikan Hias

Semakin banyaknya orang yang menyukai ikan hias, tak heran jika menggeluti bisnis ikan hias  dapat menjadi ladang usaha baru yang cukup menggiurkan.

Banyaknya peminat akan jenis ikan ini dapat dilihat dari semakin maraknya kontes-kontes ikan hias baik dalam acara yang besar maupun kecil-kecilan.

Walaupun mungkin terlihat seperti sepele, ternyata menjalankan bisnis ikan hias ini bisa mendatangkan keuntungan yang tidak bisa di anggap remeh.

cara sukses bisnis ikan hias terbaru


Nah berikut ini DutaManis.com ingin membagikan cara sukses bisnis ikan hias  buat sobat semua yang mungkin tertarik menggeluti bisnis ini.

Cara sukses bisnis ikan hias dengan mudah




1. Perhatikan tempat usaha yang dipilih

Hal ini sangat penting untuk dipertimbangkan matang-matang karena akan berpengaruh dengan kelancaran dari bisnis ini sendiri.

Memilih tempat yang banyak dilalui oleh orang banyak juga merupakan pilihan  yang bagus, karena orang akan mudah melihat dan menemukan tempat anda dan akan dengan mudah menyebarkan kabar dari mulut ke mulut.

Keuntungan lainnya adalah anda juga dapat promosi dengan membuat pajangan penuh ikan dimana orang dapat melihat ikan-ikan yang anda jual setiap kali mereka melewati tempat usaha anda. 

Walaupun disisi lain anda harus merogoh kocek agak dalam untuk menyewa tempat seperti ini.

 2Target pasar yang dituju

Walaupun memang penting untuk memastikan target pasar seperti apa yang ingin kita tuju, namun ikan adalah hewan yang disukai hampir setiap kalangan masyarakat. 

Jadi anda harus lebih jeli melihat dan menentukan jenis ikan yang disukai konsumen. 


 3Pelajari pengetahuan tentang ikan

Jika ingin sukses dalam bisnis ini, pastinya harus mengetahui cara dasar untuk merawat ikan hias anda. 

Selain akuarium tentunya ada beberapa peralatan dasar yang perlu anda siapkan, seperti pompa air didalam akuarium, filter, jaring sampai berbagai macam aksesoris yang banyak dijual untuk memperindah akuarium anda.

Dengan berbagai peralatan tersebut maka usaha anda tidak akan dilihat sebelah mata oleh pelanggan maupun rekan bisnis anda, anda akan terlihat profesional dan benar-benar mengerti dunia ikan hias.

4. Fokus dalam pemilihan jenis ikan

Dalam pemilihan ini tentu saja anda harus pastikan bahwa jenis ikan tersebut bukan termasuk ikan yang terlarang untuk dijual oleh pemerintah. 

Selain itu, biasanya untuk kalangan menengah kebawah, jenis-jenis ikan seperti guppy, cupang, koi dan lain sebagainya. Sedangkan untuk target pasar menengah keatas biasanya mereka akan tertarik pada jenis ikan seperti louhan, arwana dan lain sebagainya. 

Jika anda sudah mengetahui jenis apa yang disukai target pasar tertentu, maka anda akan lebih mudah untuk menentukan ikan mana yang akan anda sediakan.

5.  pilihan habitat ikan hias


  a.  Ikan hias air tawar

Jenis ikan air tawar memang rata-rata lebih disukai karena perawatannya yang mudah dan tidak perlu perhatian khusus. 

Beberapa ikan air tawar yang harganya sangat terjangkau adalah ikan cupang dan ikan koi, dimana anak-anak kecil sering terlihat membeli ikan jenis ini. 

Murahnya harga ikan air tawar dikarenakan mudahnya pembudidayaan dan juga tentunya karena air tawar mudah untuk didapatkan.



  b.  Ikan hias air laut

Jenis yang satu ini lebih rumit pemeliharaannya dan tidak disarankan untuk pemula, karena banyak hal yang harus diketahui sebelum memelihara ikan jenis air laut. 

Selain harganya yang mahal, karena kesulitan mendapatkan ikan ini, juga air yang dibutuhkan ikan ini adalah air khusus yaitu air laut atau air asin.


Setelah sobat DutaManis mempelajari semua cara sukses bisnis ikan hias diatas, maka kini saatnya sobat  memperaktekannya

Jangan takut untuk mencoba bisnis ini. Ada banyak orang yang sudah berhasil dalam bisnis ini dan saatnya sobat DutaManis juga berhasil dalam bisnis ini.

Kuatkan hati dan luruskan motivasi serta pantang menyerah akan menolong sobat semua sukses dalam bisnis yang digeluti. 

Salam sukses bagi bisnis anda. Jangan lupa berbagi artikel dengan yang lain  ya.

baca juga :

Peluang usaha ternak yang cepat menguntungkan

Panduan Lengkap Bisnis Lele yang menguntungkan

Panduan Bisnis Ikan Lele Yang Menguntungkan

Bisnis ikan lele - Ikan lele merupakan jenis ikan yang bisa hidup dalam kepadatan yang tinggi. Ikan lele juga memiliki bobot pertumbuhan yang baik. 

Hal ini menjadikan budidaya ikan lele bisa sangat menguntungkan jika dilakukan secara intensif.

Ikan lele menjadi salah satu jenis ikan yang digemari oleh masyarakat karena dari segi harga relatif lebih terjangkau daripada jenis ikan lainnya. 

Selain itu, perkembangan bisnis kuliner yang menggunakan ikan lele sebagai bahan utama produk yang dipasarkan semakin menjamur. 

Tentu saja hal tersebut dapat menjadi peluang yang menguntungkan bagi anda yang mau terjun di bisnis budidaya ikan lele.

Proses pembesaran ikan lele sangat mudah karena bisa dikembangbiakan menggunakan metode kolam terpal yang lebih ekonomis dibandingkan kolam beton. 

Metode ini menggunakan ukuran 2 m x 3 m dengan jumlah bibit 1000 ekor. Metode ini dapat digunakan sebagai start awal untuk memulai pembudidayaan ikan lele karena tidak terlalu membutuhkan modal yang besar.

cara sukses bisnis ikan lele


Sebelum memulai bisnis ikan lele, ada baiknya untuk mengetahui informasi mengenai hal–hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam proses pengembangbiakannya.

Langkah-Langkah Membudidayakan atau Menjalankan Bisnis Ikan Lele

·         Pemilihan bibit yang digunakan

Pemilihan bibit ikan lele harus sangat diperhatikan. Karena bibit ini adalah cikal bakal dari bisnis budidaya ikan lele. Berikut ini merupakan cara memilih bibit yang baik.

1.    Pilihlah bibit yang dapat mengkonsumsi pelet jenis F999 atau pelet butiran.

2.    Bibit ikan lele yang mudah dirawat berusia sekitar 2 minggu dengan panjang tubuh mencapai 5 cm hingga 7 cm. 

     Apabila ada bibit ikan lele yang memiliki ukuran lebih besar maka tempatkan di kolam terpisah. Agar tidak memakan bibit yang lebih kecil.

3.    Memilih bibit Ikan lele yang sehat dengan ciri-ciri yaitu memiliki gerakan yang lincah. Tidak memiliki cacat ataupun luka pada permukaan tubuh. Memiliki gerakan renang normal dan terbebas dari bibit penyakit.

Dalam membeli bibit ikan lele usahakan memilih ukuran bibit yang sama. agar pertumbuhannya juga merata.

·           Penggunaan pakan pada benih ikan lele

Salah satu anggaran terbesar dalam bisnis budidaya ikan lele adalah pakan. Pakan yang direkomendasikan untuk budidaya ikan lele adalah pakan pelet mengapung. 

Pakan yang umum dan sudah terbukti sangat cocok untuk ikan lele adalah pelet pabrikan Matahari Sakti (MS) atau Hi Pro-vite 78 dari Central Pangan Pertiwi. 

Detail penggunannya adalah sebagai berikut

Ukuran ikan lele
Jenis pakan
keterangan
2-3cm
PF 800 MS

3-4cm
PF 1000 MS

4-6CM
PF1000/Lp1 MS
781-1
L1 dan -1 adalah ukuran diameter palet ( 1mm)
5-7cm
Lp2 MS
781-2
L2 dan -2 adalah ukuran diameter palet ( 2mm)
7-8cm sampai dengan panen
Lp3 MS
781 (polos)
L3 adalah ukuran diameter palet ( 3mm)

Untuk pemberiaan pakan pada benih dibutuhkan perhitungan yang tepat. Sehingga penggunaan pakan dapat terkontrol. 

Pemberiaan pakan tanpa perhitungan dapat menyebabkan penumpukan sisa makanan pada kolam yang dapat membuat ikan lele terserang penyakit.

Pada perhitungan pakan terdapat istilah FCR (Food Convertion Ratio). FCR yang baik untuk ikan lele adalah 1:1. Artinya 1 kg pakan yang kita berikan kepada ikan, secara  Akumulatif akan berbanding 1 kg daging ikan lele di akhir panen. 

Jadi bisa dikatakan bahwa pemberian jumlah pakan pada bibit, akan menghasilkan bibit dengan berat yang sama dengan jumlah pakan yang diberikan.

Berikut ini adalah komposisi pemberian pakan untuk per 1000 ekor bibit ikan lele yang berukuran 5 cm hingga 7 cm untuk hasil panen ikan lele 6 ekor/kg.

Jenis pakan
Penggunaan per kg
Jumlah pemberian
Lp1MS atau 781-1
3kg
4x per hari
Lp2MS atau 781-2
5kg
4x per hari
Lp3MS atau781 (polos)
135kg
4x per hari

Keterangan: jumlah total pakan mengikuti perhitungn FCR dengan perbandingan 1:1.

 # Waktu pemberian pakan ikan lele

Waktu pemberian pakan yang paling tepat adalah pemberian pertama di pagi hari, dan pemberian terakhir di malam hari. Untuk lebih jelasnya, simak tabel dibawah ini.

Waktu Pemberian Pakan

Pemberian pakan
Alternatif Waktu
Pemberian ke-1
Pukul 09.00 hingga 10.00 (pagi)
Pemberian ke-2
Pukul 13.00 hingga 14.00 (siang)
Pemberian ke-3
Pukul 17.00 hingga 18.00 (sore)
Pemberian ke-4
Pukul 21.00 hingga 22.00 (malam)


# Pengairan pada kolam

Untuk proses awal pengairan pada kolam terpal, isi kolam dengan ketinggian air mencapai 30 cm. Biarkan selama 1 minggu sebelum memasukkan benih ikan lele.

Penambahan air pada kolam dapat dilakukan secara berkala selama sebulan sekali sebesar 15 cm pada setiap penambahan. Lakukan hingga batas air pada kolam mencapai antara 30 cm hingga 80 cm saja.

Penggantian air kolam dapat dilakukan ketika bibit ikan berusia 2 bulan.  Akan tetapi apabila air pada kolam sudah terlihat sangat kotor, lakukan segera penggantian air agar benih terhindar dari penyakit.

     # Pemanenan ikan lele

Ikan lele dapat dipanen apabila sudah berusia 3 bulan. Untuk ukuran lele yang banyak dicari oleh para konsumen adalah ikan lele dengan ukuran 7 cm sampai 10 cm dengan 10 ekor per kgnya. 

Untuk kolam terpal proses panen ikan lele dapat dilakukan sekaligus dengan proses penyortiran. Sebaiknya dalam satu hari atau 24 jam sebelum masa panen berlangsung, ikan lele tidak diberi pakan terlebih dahulu. 

Hal bertujuan agar ikan lele tidak buang kotoran pada saat diangkut.

Saat panen melakukan penyortiran dengan memisahkan jenis ikan lele sesuai dengan ukurannya. 

Pemisahan ukuran ikan lele ini berdampak pada harga ikan lele tersebut. 

Ikan lele yang telah disortir dengan berdasar ukuran dapat meningkatkan keuntungan untuk para peternak ikan lele sendiri.

Keuntungan berbisnis ikan lele dengan metode kolam terpal

Kolam terpal ini dipilih untuk dijadikan salah satu alternatif untuk pengembangbiakan ikan lele karena memiliki banyak sekali keuntungan. 

Usaha untuk pembesaran ikan lele dengan metode kolam terpal memerlukan biaya yang tidak terlalu besar dan praktis. 

Selain  itu kolam terpal dapat dibuat sendiri karena pembuatannya yang mudah tidak seperti pada pembuatan kolam beton.

Keuntungan lainnya dengan menggunakan kolam terpal ini adalah proses pembuatan yang mudah dan lebih praktis. 

Jadi, apabila kondisi cuaca yang tidak bagus bisa di pindah ke tempat lain dengan mudah. Selain itu menggunakan metode kolam terpal mempermudah untuk memperhatikan kondisi air pada kolam.

Analisis bisnis ikan lele yang menggunakan metode kolam terpal

Analisa bisnis budidaya ikan lele metode kolam terpal dengan bibit 1000 ekor. Ukuran kolam 2m x 3m.

Peralatan
Biaya
Terpal  (2mx3m)
Rp. 80.000,-
Peralatan tiang kolam (kayu tiang, bambu, paku)
Rp.100.000
Selang air 25 meter
Rp. 90.000,-

Bahan
biaya
Bibit 1000ekor @ 250
Rp.  250.000,-
Pakan
Rp.1.440.000,-

Total biaya bahan

Rincian Modal Awal
Bahan
Rp. 1.690.000,-
Peralatan
Rp.    270.000,-
Total modal awal
Rp. 1.960.000,-

Pendapatan

Panen dalam jangka 3 Bulan, Mortalitas/kematian 10 (%) jadi (1000 – 100 = 900)

Total hasil panen 900 ekor, Ikan lele per kg isi 6 ekor jadi, 900 : 6 = 150 kg

Penjualan hasil panen: 150 kg x Rp.20.000 = Rp. 3.000.000,-

Laba bersih

Rp.3.000.000 – Rp. 1.960.000 = Rp. 1.040.000

Kunci sukses bisnis lele metode kolam terpal

Agar mendapatkan hasil panen yang maksimal, perhatikan proses pengembangbiakan ikan lele dengan baik. Hal ini untuk menghindari ikan lele terkena penyakit yang dapat menyebabkan turunnya kualitas dari ikan lele tersebut. 

Perluas kerjasama dengan para pelaku industri yang memerlukan persediaan ikan lele agar pasar yang dimiliki nanti semakin luas serta keuntungan yang didapatkan nantinya juga meningkat.

Anda juga dapat belajar dari para peternak lele yang sudah sukses. Tapi saya meyakini bahwa bisnis lele merupakan bisnis yang sangat cerah dan sangat menjanjikan. 

Bagi sobat DutaManis yang sudah merasakan suksesnya bisnis lele mungkin bisa berbagi dengan sobat yang lain.

Nah sekian dulu untuk pembahasan sukses bisnis lele, saya berharap sobat DutaManis dapat mencoba bisnis lele ini. 

Jangan lupa juga untuk melakukan manejerial keuangan untuk bisnis lele ini. Oke sobat Dutamanis, salam hangat dan sukses untuk bisnis anda semua.


NB: Penjelasan rincian modal didalam artikel ini merupakan estimasi, penulis hanya mengambil perkiraan biaya secara umum. Penulis yakin bahwa di setiap daerah memiliki harga bahan material dan pakan yang berbeda. Jadi untuk modal juga pasti mengalami perbedaan

baca juga :